Jumat, 11 Januari 2019

Tak Selamanya Topeng itu Negatif

11-01-2019

Hari ini,
Tiba-tiba saja seperti mendapat sentilan halus dalam hati
Seperti bisikan yang mengingatkan pada diri ini, bahwa hidup itu sebenarnya indah.

Saat senam pagi ini, aku melihat air muka sang instruktur senam, begitu menikmati alunan musik dan menyeimbangkan gerakannya dalam setiap nada...
Tampak riang...tanpa beban, seakan hidupnya ringan tanpa masalah, sempurna

Saat itu lah hati ini bergetar mendapat bisikan ingatan berjuta juta airmuka suka dan duka....terutama milikku sendiri yang tak mudah menyimpan sedih,
Seperti mendapat sentilan " hidup mu masih lebih indah dari mereka bro"....

ya....
Hidup kita sebenarnya sempurna,
Tentunya sempurna bagi yang menjalaninya dan tak akan bisa dibandingkan dengan kehidupan milik orang lain, karena porsi nya sudah berbeda.
Seperti yang baru saja kulihat, seorang instruktur senam, tampaknya riang tak memiliki masalah, hanya dengan bergerak sesuai irama senam, dan membawakan wajah ceria...seakan akan mudah sekali bekerja hanya dengan seperti itu....tapi kita tak ada yang bisa tau apa yang dipikirkan...
Coba umpamakan, apa yang dipikirkan oleh instruktur itu sama seperti kita melihatnya....misalkan seorang pegawai....
Tentunya dia akan berpikir...enak ya jadi pegawai, BUMN pula, gaji tetap, tanpa beban, bulanan jelas, kesehatan terjamin, dan ikut senam dengan ceria gajinya masih lebih tinggi dari aku....
Coba lihat lagi petani....kalau memandang mereka dengan pikiran seperti tadi...maka bisa jadi kita berpikir...enaknya petani...punya tanah sendiri, punya beras sendiri, kerja tidak terikat waktu, seenaknya, tak ada yang menekan..
Atau kita lihat tukang parkir....
Enak yang hanya kerja dengan duduk menjaga kendaraan...
Atau kita lihat komedian....yang didepan kita selalu tampil ceria membawakan lelucon leucon khas mereka...

Tapi kita tak bisa tahu...apa yang ada dibaliknya...
Yang jelas...hidup kita itu sebenarnya sempurna...bagi kita sendiri...jangan coba membandingkan dengan yang lain, karena tak akan berujung dan tak akan bertemu kutubnya.
Bagi seorang yang cacat sekalipun, hidupnya adalah sempurna baginya, karena hanya dia yang bisa menjalani, tak ada yang bisa menjamin dengan tak cacat hidupnya akan menjadi lebih indah.
Bagi orang yang miskin pun sama, hidupnya sempurna baginya, karena tak ada yang bisa menjamin saat dia kaya dia akan tetap sehat dan hidup panjang.
Atau bagi orang sepertiku...yang misalkan punya uang banyak malah akan membuat lupa pada tugas dan kewajiban utama dalam hidup, atau saat terlalu sehat akan lupa bahwa kesehatan itu perlu dijaga.

Hidup itu indah bro
Dengan menghargainya
Dengan monghormatinya
Dengan menjalani sesuai porsinya

Hidup itu sempurna bro
Karena bisa hidup itu kita telah diberi kesempatan untuk melihat dunia
Kesempatan untuk merasakan hidup
Dan melihat kehidupan

Hidup itu asyik bro
Karena kita bisa melakukan apa saja pada hidup kita
Kita mau baik bisa
Kita mau buruk bisa
Kita mau sehat bisa
Kita mau sakit bisa
Kita mau apapun itu...bisa
Karena yang memegang kendali atau kemudi itu kita sendiri
Tuhan hanya menyiapkan lahannya, wadahnya
Mau diapakan lahannya, mau diapakan wadahnya
Mau lewat mana kita menuju lahan, mau seperti apa kita mengolah lahan
Mau isi apa yang dimasukkan dalam wadah...
Kita lah yang diberi kesempatan

Hidup itu indah
Hidup itu sempurna
Hidup itu mudah........kita sendiri yang menjadikannya susah

Rabu, 17 Oktober 2018

Roda Kehidupan

Halo guys...  Brother & Sister
Lama ni g nulis....nulis apa aja....
(Padahal emang jarang nulis)
Cuman...barusan saja, mendadak dan tiba-tiba (padahal mendadak ya tiba-tiba 😂)..teringat ucapan dari sekrang sahabat....
Dulu sekali...mungkin lebih dari 10 ~ 15 tahun yang lalu...
Yang tiba-tiba juga langsung membuat tangan menyambar HP di depan piring..

Dari judulnya...kelihatannya agak umum..
Dan mungkin banyak yang mengira bahwa disini akan dibahas tentang rida kehidupan...entah itu pengertian dari segala segi, penggunaan dalam kehidupan sehari-hari...atau...cuma sekedar curhatan tentang pahit asinnya kehidupan.. 😅

But... Sorry guys....semua itu gak ada yang benar..

Judul itu asal comot saja...
Karena memang tiba-tiba saja....jaringan salah satu sel di otak ku menyala....gara-gara teringat sebuah kata menarik yg membuat jaringan itu tadi mendapat aliran listrik...(ngomong apaan sih sebenarnya🤔)

So...
Beberapa hari ini, seperti kita tahu (kalau lihat ditanggal postingan ini ya), bahwa negara tempat kita berpijak sedang mendapat alarm halus dari Sang Pencipta,  beberapa daerah tertimpa musibah bencana, yang sebagian besar adalah gempa bumi..termasuk di lokasi tempatku kerja sekarang ini....Situbondo... Yang walaupun sebenarnya pas jam nya gempa aku dalam posisi berjalan-jalan di dunia di atas bantal ..😂.
Namun yang membuat gelitikan kecil di ingatanku bukan yang terakhir disini guys, tapi beberapa waktu sebelumnya, ada bencana di tempat yang jauh jika diukur dari langkah kaki ku dari kota ini.... Yang memunculkan komentar-komentar unik (bagiku).
Salah satu komentar yg menjadi catatanku adalah dari seorang kawan, security yang pas malam itu aku menginap dikantor, kemudian saat membahas bencana gempa tersebut, dia bilang "aneh pak, gempanya tidak normal, seperti ditelan bumi, biasanya kan gempa itu seperti di guncang (keatas bawah), tapi itu beda, tanahnya bergerak(jalan maksudnya) dan ada satu lokasi yang gempanya satu area itu seperti tenggelam ditelan bumi". Nah....saat itu aku jawab sih ya seperti itu lah gempa bumi, gempa bumi kan macam-macam jenisnya, dan punya karakter gerakan berbeda di permukaan (dengan gaya ngomong kayak orang pintar😅)-padahal waktu mendengarkan ceritanya, aq teringat salah satu kisah dalam Al-Qur'an guys, tentang suatu kaum yang mendustakan nabi.

Kemudian beberapa hari berselang, pas lagi buka-buka video diinternet, muncul lah beberapa video komentar di lokasi gempa, dan waktu itu ada satu yang membuat sel otak di satu sudut menyala dengan teraaaaang benderang.....dalam video itu, si narasumber berkata "..........seperti kaum nabi Luth......."

Akhirnya, selesailah pengantar nya 😂
Masuk ke bagian inti ni,

Baru saja aku menyelesaikan pekerjaan dan duduk di meja makan siap menyantap makan malam, kira-kira jam 21.30an lah, saat mulai makan...aku jadi teringat kenangan 10 - 15 tahun lalu, tp yg pasti waktu itu alu masih bocah, yaaa..kalau tidak SD kelas 6 ya SMP, atau bahkan pas STM.
di Desa ku dulu (sampa sekarang sih) aku punya seorang sahabat dalam bertukar pikiran masalah agama...seringnya sih bukan bertukar pikiran, tapi lebih sering aku mendengarkan hasil olah pikiran sahabat ku itu (gila yaaaa.....bocah SD sudah bertukar pikiran masalah agama 😱)
Memang sih, bukan masalah yang bobotnya berat, hanya ringan lah, dan sebagai catatan, kami tipe yang mempelajari situasi dulu untuk semua masalah itu, tidak ikut aliran ini aliran itu atau apapun, walaupun kami hidup di lingkungan orang-orang yang mengikuti organisasi NU saat itu, tapi kami belajar untuk saling merangkul, jika memang baik dikerjakan ya silakan saja berbeda, yang penting tidak keluar dari tuntunannya.
Nah...pada satu waktu....musim itu sedang "booming" acara-acara di televisi dengan acara-acara ghaib.... Mulai pengusiran setan, perburuan setan, uji nyali atau keberanian, dan kami juga kadang menikmati acara itu sebagai hiburan...dengan pola pikir anak-anak tentunya....
Nah....yang membuat aku teringat masa-masa itu, adalah kata-kata yang diucapkan oleh sahabatku itu.... Mungkin aku tidak akan bisa menuliskan se-mirip yang telah dikatakannya...intinya sih hanya secara garis besarnya dan dengan gaya bahasaku sendiri...
dia berkata " kehidupan ini bro...kalau kita lihat, dan kalau kita sudah belajar riwayat sejarah nabi-nabi, dimana yang kita ketahui saat ini ada 25 Nabi dan Rasul, sebenarnya kalau kita perhatikan, siklusnya selalu berulang, setelah zaman Rasulullah Muhammad SAW, siklusnya kembali verulang dari awal lagi, dan berulang berkali-kali setiap setelah selesai satu siklus. Dan saat ini bro, kita sedang mengulang siklus itu juga, dimana kalau sari sudut pandangku, kita sedang mengulang zaman Nabi Isa AS. Dimana orang-orang tidak mudah percaya hanya dengan omongan saja, apalagi jika kita berdakwah masalah agama, sebagian besar mereka akan mengikuti kita jika dipertontonkan pada mereka tentang sesuatu yang ghaib, seperti contohnya berkomunikasi dengan jin, atau menangkapnya, atau sulap, atau menyembuhkan seseorang dengan hanya membaca doa-doa atau membaca mantra dan sejenisnya........."(red. Audah diterjemahkan dengan bahasa ku ya-bukan kalimat dan bahasa aslinya).

Nah....itu dia yang membuat otak ku tergelitik....
Kadang-kadang pemikiran kecil seperti itu...akan masuk akal jika kita mau menelusurinya. Memang benar . Saat itu kami ada di masa dimana orang-orang benar-benar percaya dengan sikap seperti mendewakan segala sesuatu yang ghaib. Sampai berdzikir mengingat Allah pun, diembel-embeli mendapat kesaktian macam-macam, menyembuhkan orang-orang sakit dengan doa-doa, mantra-mantra, dan banyak hal lain yang besar perihal ghaib saat itu....
Kita tahu ..ghaib berarti aralah hal-hal yang kita tidak tau, berarti bersifat ghaib adalah bersifat hal-hal yang tidak kita ketahui. Seperti sejarah Majapahit itu ghaib bagiku karena aku hidup tidak di zaman itu, alam Jin ghaib bagiku karena aku ada di alam Manusia, da lain sebagainya. dan Ghaib yang terjadi saat itu, sebagian besar adalah ghaib tentang kekuatan-kesaktian diluar logika dan ghaib tentang perbedaan alam...benar-benar pekat, sehingga jika dilihat dari siklus yang diutarakan sahabatku tadi, masuk akal sebenarnya, namun yang terulang adalah siklus kecil atau pendek, seperti cuplikan jika dalam film-film box office..
Namun, itu dapat terpahami jika kita telah membaca riwayat kisah oara nabi dan kaumnya.
Seperti contoh sederhana (dari wawasanku yang dangkal tentunya), tiba-tiba ramai muncul dimana-mana pembunuhan antar saudara, kakak membunuh adik, adik membunuh kakak, ayah membunuh anak, anak membunuh ayah, anak membunuh ibu, ibu membunuh anak dan sebagainya. Kemudian....tiba-tiba disatu waktu ramai dimana-mana mencuat masalah LGBT, mau di berita, mau dijalan, di tongkrongan yang seakan akan buka-bukaan (maksudnya tanpa perlu sembunyi-sembunyi). Kemudian...tiba-tiba..ramai dimana-mana orang tinggi dan berkuasa memiliki pengikut dengan kemampuan sihir, banyak bertebaran ilmu sihir yang membuat orang terkenal dan sebagainya. Kemudian... tiba-tiba...mencuat ramai dimana-mana ritual pemanggilan arwah, penyembuhan dengan jampi-jampi, perburuan atau pengusiran setan dan lain sebagainya ...
Yaaaa.....ini hanya cabang-cabang dari akar pikiran anak-anak di masa 10 atau 15 tahun yang lalu....
Yang tiba-tiba teringat kembali...jika melihat musim ini....kita sedang berada pada siklus kecil zaman mana, lengkap dengan bencana bencana kecil (yang merupakan jenis yang sama dari bencana dahsyat masa itu- maksudnya kecil jika dibandingkan dengan masa para nabi, jika dibandingkan dengan ukuran manusia saat ini...ya tentu sangat dahsyat)

Jadi....by the way..
Tulisan ini sebenarnya hanya nostalgia, aji mumpung, alias mumpung teringat akan sahabat lama...lengkap dengan pemikirannya....

So.....jangan ditelan mentah-mentah ya guys ...kalo kalian langsung telan tanpa diolah dulu.......jelas bisa tersesat....itu kata-kata dari bocah umur 10 tahun keatas.... Jadi bijak lah dalam membaca, perkuat pondasi...agar saat membaca opini dan pemikiran orang lain kita tidak tersesay karena memiliki pondasi yang kuat....dan, lebih baik kita saling berbagi wawasan daripada harus berdebat...

Salam

Selasa, 24 Januari 2017

Rider/Driver?Sistem?Keluarga? Siapa yang salah...??? (Part 1)

Naik kendaraan roda dua..emang enak, kemana-mana mudah dan kilat, apalagi di daerah yang bisa dibilang langka angkutan umum. Tapi, panas juga ini hati kalau pas lagi enak-enak menikmati jalan e.e.e.e....tau tau ada pengendara lain yang ngaco, apalagi sampe "braaaaakkkk"...
Gak jarang kan begitu, dan yang paling ngeselin buat aku, sering liat banyak rider/driver yang gak mau memahami aturan lalu lintas baik dari yang tertulis sampe tidak tertulis, hampir semuanya kalo lagi di jalan raya (yang naik mobil, naik kandaraan R2, sepeda, becak, bus, truk, dll) seakan-akan itu jalan punya sendiri kayak dapat warisan khusus dari kakek moyang masing-masing, jd gak ada tu tepo seliro (buat sebagian orang yaa....jadi gak semuanya juga yang begituw), dan parahnya kalo udah ada insiden apalagi sampe ada yang tewas semua ribut cari siapa yang salah. Malah gak jarang juga lhow kadang justru yang sebenarnya salah malah sikorban dan pihak yang benar jadi dipersalahkan karena tidak menjadi korban (red. Gak lecet blaz).
Jadi keinget cerita kawan tentang ibu yang bonceng anaknya trus kecelakaan keserempet truck, anaknya tewas ibunya luka biasa dan si supir truck gak kenapa napa. Si sopir bebas karena memang gak tahu menahu tentang si ibu yang tiba tiba jalan di sisi kiri truck yang pada akhirnya nyenggol truck dan jatuh. Lah si ibu yang kalo diliat memang salah sih kurang hati-hati dijadikan tersangka karena lalai dan mengakibatkan satu nyawa bablaz (yang bablaz nyawanya anaknya sendiri)....hmmmm, cerita dari kawan sih begitu, gak tau lagi kalo ada versi yang lebih bener. Trus ada juga, kendaraan R2 lagi mluncur, trus ada orang yang tiba tiba nongol entah dari mana (yang jelas bukan dari alam ghaib....hehe) tau tau menyeberang gitu aja tanpa liat kanan kiri, dan parahnya waktu si rider kaget terus mencet klakson dan banting setir ke arah kiri sambil ngerem mendadak sampe membekas ban di atas aspal (karena kalo ke kanan nabrak kendaraan dari arah berlawanan..) e.e.e.e.e..si penyeberang jalan kaget dan malah lari meluncur (nyeberangnya kalo dari sudut pandang rider; dari kanan ke kiri), yah...pas lah sama R2 yang melaju kearah kiri....gubrakkkkkkk........mana yang jadi korban coba?? dibeberapa tempat ternyata ada yang sama kejadiannya dan seperti terus terulang (kaya kaset tape yang lagi mbuletttt) dan yang luka parah hampir pasti disebut korban yang sangat kebetulan sekali adalah si penyeberang jalan yang gak tau kulo nuwun dan gak tolah toleh liat situasi sebelum melangkah alias nyeludhur ^_^, mulai luka ringan sampe ada yang tewas.  Jadi g sedikit juga R2 yang ditahan dan ganti rugi. Hmmmm

Keluar dari cerita kawan dan dari kebiasaan yang menyeberang tiba tiba tadi, kalo ngeliat dari perilaku (ya attitude ya behaviour) para rider dan driver dilingkungan kita dan ditanya siapa yang salah, susah juga jawabnya, siapa yang salah perilaku rider dan driver di jalan raya bisa sebegitu rumit kacaunya. Kayaknya bakalan banyak yang disalahin (itu kalo fokusnya terus nyari siapa yang salah),
Coba liat dulu, pelanggaran kecil yang sering dilakukan (mulai dari aturan yang jelas sampe aturan gak tertulis yah..):
- trafic light, hmmm....sepertinya masih banyak yang waktu lampu merah berhentinya gak dibelakang marka/garis, trus dimana?selama ini kebanyakan sih berhentinya di atas jalur zebra cross buat nyeberang pejalan kaki ato di depan batas berhenti kendaraan bahkan ada yang lebih maju lagi sampe mefeeett banget sama jalur kanan kiri dan bahkan ada yang langsung bablaz apalagi kalo sepiii....ato juga ada yang demen banget mainin klakson waktu transisi dari merah ke hijau, padahal barusan aja nyala hijau ato yang parah lagi lampunya masih merah cuman karena liat di jalur berlawanan ato  kanan kiri udah pada stop ato lampu merah...mulai lah tu parade klakson musim panas (panas hati,...hehehe). Ato ada juga yang liat waktu transisi dari hijau ke merah, waktu lampu kuning mulai bersinar harusnya kan ancang-ancang berhenti, tapi banyak juga lhow yang malah tancap gasssss gas puolllll rem blong....(kayak yang nulis kliatannya...hahaha). Ada juga ni trafic light buat penyeberangan pejalan kaki, biasanya kalo lampu merah tapi yang nyeberang di depan mata gak ada tancap gas lagii....padahal g menutup kemungkinan lhoww pejalan kaki yang mau nyeberang dari jauh lari ngejar waktu lampu hijau jalan kaki langsung nyeberang dengan berlari, kan emang masih merah buat kendaraan bermotor,
-marka jalan, harusnya sih kalo ada marka garis lurus gak terputus-putus artinya dilarang mendahului.. sepertinya jadi kebiasaan umum, pokoknya kalo keliatan jalur berlawanan sepi....lanjuuuuuttt buat salip salipan, padahal marka dilarang mendahului itu hanya terdapat diposisi yang memang berbahaya untuk main salip salipan, seperti di belokan atau kawasan sekolah. Ato ada juga ni, di trafic light biasanya ada garis ni yang buat lurus disebelah mana yang belok kiri disebelah mana, nah itu tu biasanya kacau, seringnya yang ketemu yang belok kiri harusnya langsung jadi gak bisa lewat coman gara-gara yang jalur lurus penuh sampe lajur paling kiri, malahan parahnya ada juga tu yang sampe naik ke trotoar,
-rambu-rambu, yang dua diatas aja begitu apalagi yang ini,....hmmmm,...yang biasanya keliatan, dijalan perkotaan ato di jalan tertentu ada batas kecepatan yang sepertinya hampir selalu diabaikan (hampir,....berarti masih ada lo yah yang memperhatikan) seperti max 40 km/jam, tapi rata-rata yang lewat situ diatas 60 km/jam,, manthabz abizzz... ato ada rambu kurangi kecepatan ato dilarang putar balik ato juga dilarang belok kanan, dll deh pokoknya,
-etika berkendara, ini ni yang biasanya gak pernah diperhatikan (biasanya,... jadi masih ada juga dong yang merhatiin...^_^) karena etika itu g tertulis, tapi dirasain karena terlihat jelas dari perilaku berkendara, mulai dari berkendara satu jalur, tata cara pindah jalur, mendahului, zig zag, ngebuttt abiz, dan....yah banyak deh yang aku juga bingung njelasinnya..hehehehe. gak jarang lhow liat pas kondisi jalan mulai padat lancar, kadang mobil full semua lajur dari kanan sampe paling kiri, padahal harusnya saling paham bahwa lajur paling kiri untuk sepeda angin (dibeberapa tempat gak ada), lanjut lajur kiri untuk R2 baru ke kanan nya R4, tapi nyatanya kayak rebutan sembako, yang mobil menuhin sampe kiri akrena liat R2 zig zag sampe ke pelosok-pelosok jalan (antara mobil-mobil) trus yang R2 zig zag sampe ke tengah dan ke paling kanan karena merasa mobil ngambil tempat yang harusnya buat R2. Akhirnya jadilah lautan kendaraan bermotor lengkap dengan zat hasil pembakaran bahan bakarnya di atas kepala.

Kalo sudah jadi macet, jadi tragedi
Siapa coba yang mau disalahin.....??
Petugas keamanan?
Jalan raya?
Pemerintah?
Driver/rider?
Sistem lalu lintas?
Keluarga?
Hayoo.....mana yang mau kita salahkan selain menyalahkan diri sendiri

Senin, 23 Januari 2017

Gak pake judul

Hmmm..
Sedikit mau mencoba yang agak beda, yang biasanya tulisan abstrak, sekarang coba masuk ke tulisan "sedikit jelas",
Opini,
Awalnya hanya karena pingin nulis beberapa hal, seperti yang sering dijadiin bahan obrolan sama kawan dan keluarga ...terus kepikiran apa nyoba ditulis yah...karena kadang ada kawan ato family ato mulut sendiri yang punya khayalan dan sayang buat dilupain gitu aja uneg-unegnya,...at the end,...coba nulis lah, sambil ngetes...bisa nulis gak yah kalo diluar tulisan abstrak..^_^

Kalo dari analisa awal sih...pasti belepotan ni bakalan....karena yang biasanya nulis abstrak...eh, transisi ke tulisan yang sedikit jelas bukan abstrak..... dan dua-duanya jalan bareng...
Gimana jadinya yah,....hmmmm..liat aja ntar, hehe