Rabu, 17 Oktober 2018

Roda Kehidupan

Halo guys...  Brother & Sister
Lama ni g nulis....nulis apa aja....
(Padahal emang jarang nulis)
Cuman...barusan saja, mendadak dan tiba-tiba (padahal mendadak ya tiba-tiba 😂)..teringat ucapan dari sekrang sahabat....
Dulu sekali...mungkin lebih dari 10 ~ 15 tahun yang lalu...
Yang tiba-tiba juga langsung membuat tangan menyambar HP di depan piring..

Dari judulnya...kelihatannya agak umum..
Dan mungkin banyak yang mengira bahwa disini akan dibahas tentang rida kehidupan...entah itu pengertian dari segala segi, penggunaan dalam kehidupan sehari-hari...atau...cuma sekedar curhatan tentang pahit asinnya kehidupan.. 😅

But... Sorry guys....semua itu gak ada yang benar..

Judul itu asal comot saja...
Karena memang tiba-tiba saja....jaringan salah satu sel di otak ku menyala....gara-gara teringat sebuah kata menarik yg membuat jaringan itu tadi mendapat aliran listrik...(ngomong apaan sih sebenarnya🤔)

So...
Beberapa hari ini, seperti kita tahu (kalau lihat ditanggal postingan ini ya), bahwa negara tempat kita berpijak sedang mendapat alarm halus dari Sang Pencipta,  beberapa daerah tertimpa musibah bencana, yang sebagian besar adalah gempa bumi..termasuk di lokasi tempatku kerja sekarang ini....Situbondo... Yang walaupun sebenarnya pas jam nya gempa aku dalam posisi berjalan-jalan di dunia di atas bantal ..😂.
Namun yang membuat gelitikan kecil di ingatanku bukan yang terakhir disini guys, tapi beberapa waktu sebelumnya, ada bencana di tempat yang jauh jika diukur dari langkah kaki ku dari kota ini.... Yang memunculkan komentar-komentar unik (bagiku).
Salah satu komentar yg menjadi catatanku adalah dari seorang kawan, security yang pas malam itu aku menginap dikantor, kemudian saat membahas bencana gempa tersebut, dia bilang "aneh pak, gempanya tidak normal, seperti ditelan bumi, biasanya kan gempa itu seperti di guncang (keatas bawah), tapi itu beda, tanahnya bergerak(jalan maksudnya) dan ada satu lokasi yang gempanya satu area itu seperti tenggelam ditelan bumi". Nah....saat itu aku jawab sih ya seperti itu lah gempa bumi, gempa bumi kan macam-macam jenisnya, dan punya karakter gerakan berbeda di permukaan (dengan gaya ngomong kayak orang pintar😅)-padahal waktu mendengarkan ceritanya, aq teringat salah satu kisah dalam Al-Qur'an guys, tentang suatu kaum yang mendustakan nabi.

Kemudian beberapa hari berselang, pas lagi buka-buka video diinternet, muncul lah beberapa video komentar di lokasi gempa, dan waktu itu ada satu yang membuat sel otak di satu sudut menyala dengan teraaaaang benderang.....dalam video itu, si narasumber berkata "..........seperti kaum nabi Luth......."

Akhirnya, selesailah pengantar nya 😂
Masuk ke bagian inti ni,

Baru saja aku menyelesaikan pekerjaan dan duduk di meja makan siap menyantap makan malam, kira-kira jam 21.30an lah, saat mulai makan...aku jadi teringat kenangan 10 - 15 tahun lalu, tp yg pasti waktu itu alu masih bocah, yaaa..kalau tidak SD kelas 6 ya SMP, atau bahkan pas STM.
di Desa ku dulu (sampa sekarang sih) aku punya seorang sahabat dalam bertukar pikiran masalah agama...seringnya sih bukan bertukar pikiran, tapi lebih sering aku mendengarkan hasil olah pikiran sahabat ku itu (gila yaaaa.....bocah SD sudah bertukar pikiran masalah agama 😱)
Memang sih, bukan masalah yang bobotnya berat, hanya ringan lah, dan sebagai catatan, kami tipe yang mempelajari situasi dulu untuk semua masalah itu, tidak ikut aliran ini aliran itu atau apapun, walaupun kami hidup di lingkungan orang-orang yang mengikuti organisasi NU saat itu, tapi kami belajar untuk saling merangkul, jika memang baik dikerjakan ya silakan saja berbeda, yang penting tidak keluar dari tuntunannya.
Nah...pada satu waktu....musim itu sedang "booming" acara-acara di televisi dengan acara-acara ghaib.... Mulai pengusiran setan, perburuan setan, uji nyali atau keberanian, dan kami juga kadang menikmati acara itu sebagai hiburan...dengan pola pikir anak-anak tentunya....
Nah....yang membuat aku teringat masa-masa itu, adalah kata-kata yang diucapkan oleh sahabatku itu.... Mungkin aku tidak akan bisa menuliskan se-mirip yang telah dikatakannya...intinya sih hanya secara garis besarnya dan dengan gaya bahasaku sendiri...
dia berkata " kehidupan ini bro...kalau kita lihat, dan kalau kita sudah belajar riwayat sejarah nabi-nabi, dimana yang kita ketahui saat ini ada 25 Nabi dan Rasul, sebenarnya kalau kita perhatikan, siklusnya selalu berulang, setelah zaman Rasulullah Muhammad SAW, siklusnya kembali verulang dari awal lagi, dan berulang berkali-kali setiap setelah selesai satu siklus. Dan saat ini bro, kita sedang mengulang siklus itu juga, dimana kalau sari sudut pandangku, kita sedang mengulang zaman Nabi Isa AS. Dimana orang-orang tidak mudah percaya hanya dengan omongan saja, apalagi jika kita berdakwah masalah agama, sebagian besar mereka akan mengikuti kita jika dipertontonkan pada mereka tentang sesuatu yang ghaib, seperti contohnya berkomunikasi dengan jin, atau menangkapnya, atau sulap, atau menyembuhkan seseorang dengan hanya membaca doa-doa atau membaca mantra dan sejenisnya........."(red. Audah diterjemahkan dengan bahasa ku ya-bukan kalimat dan bahasa aslinya).

Nah....itu dia yang membuat otak ku tergelitik....
Kadang-kadang pemikiran kecil seperti itu...akan masuk akal jika kita mau menelusurinya. Memang benar . Saat itu kami ada di masa dimana orang-orang benar-benar percaya dengan sikap seperti mendewakan segala sesuatu yang ghaib. Sampai berdzikir mengingat Allah pun, diembel-embeli mendapat kesaktian macam-macam, menyembuhkan orang-orang sakit dengan doa-doa, mantra-mantra, dan banyak hal lain yang besar perihal ghaib saat itu....
Kita tahu ..ghaib berarti aralah hal-hal yang kita tidak tau, berarti bersifat ghaib adalah bersifat hal-hal yang tidak kita ketahui. Seperti sejarah Majapahit itu ghaib bagiku karena aku hidup tidak di zaman itu, alam Jin ghaib bagiku karena aku ada di alam Manusia, da lain sebagainya. dan Ghaib yang terjadi saat itu, sebagian besar adalah ghaib tentang kekuatan-kesaktian diluar logika dan ghaib tentang perbedaan alam...benar-benar pekat, sehingga jika dilihat dari siklus yang diutarakan sahabatku tadi, masuk akal sebenarnya, namun yang terulang adalah siklus kecil atau pendek, seperti cuplikan jika dalam film-film box office..
Namun, itu dapat terpahami jika kita telah membaca riwayat kisah oara nabi dan kaumnya.
Seperti contoh sederhana (dari wawasanku yang dangkal tentunya), tiba-tiba ramai muncul dimana-mana pembunuhan antar saudara, kakak membunuh adik, adik membunuh kakak, ayah membunuh anak, anak membunuh ayah, anak membunuh ibu, ibu membunuh anak dan sebagainya. Kemudian....tiba-tiba disatu waktu ramai dimana-mana mencuat masalah LGBT, mau di berita, mau dijalan, di tongkrongan yang seakan akan buka-bukaan (maksudnya tanpa perlu sembunyi-sembunyi). Kemudian...tiba-tiba..ramai dimana-mana orang tinggi dan berkuasa memiliki pengikut dengan kemampuan sihir, banyak bertebaran ilmu sihir yang membuat orang terkenal dan sebagainya. Kemudian... tiba-tiba...mencuat ramai dimana-mana ritual pemanggilan arwah, penyembuhan dengan jampi-jampi, perburuan atau pengusiran setan dan lain sebagainya ...
Yaaaa.....ini hanya cabang-cabang dari akar pikiran anak-anak di masa 10 atau 15 tahun yang lalu....
Yang tiba-tiba teringat kembali...jika melihat musim ini....kita sedang berada pada siklus kecil zaman mana, lengkap dengan bencana bencana kecil (yang merupakan jenis yang sama dari bencana dahsyat masa itu- maksudnya kecil jika dibandingkan dengan masa para nabi, jika dibandingkan dengan ukuran manusia saat ini...ya tentu sangat dahsyat)

Jadi....by the way..
Tulisan ini sebenarnya hanya nostalgia, aji mumpung, alias mumpung teringat akan sahabat lama...lengkap dengan pemikirannya....

So.....jangan ditelan mentah-mentah ya guys ...kalo kalian langsung telan tanpa diolah dulu.......jelas bisa tersesat....itu kata-kata dari bocah umur 10 tahun keatas.... Jadi bijak lah dalam membaca, perkuat pondasi...agar saat membaca opini dan pemikiran orang lain kita tidak tersesay karena memiliki pondasi yang kuat....dan, lebih baik kita saling berbagi wawasan daripada harus berdebat...

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar